Lirik Lagu Ramadhan Versi Arab dan Artinya

Baca Cepat show

Ramadhan: Suara Cinta Bernyanyi di Bulan Suci

Halo Sobat Venus!

Selamat datang di artikel kali ini yang akan membahas tentang lirik lagu Ramadhan versi Arab dan artinya. Seperti yang kita tahu, bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia. Banyak kegiatan ibadah dilakukan selama bulan ini, salah satunya adalah mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu religi yang menguatkan semangat kita dalam menjalani ibadah puasa.

Salah satu lagu Ramadhan yang sangat populer adalah lagu berbahasa Arab. Lama tidak terdengar, lagu ini kini kembali viral di tengah masyarakat. Liriknya yang penuh dengan makna dan arti mendalam menjadi daya tarik tersendiri bagi pendengarnya.

Berikut adalah lirik lagu Ramadhan versi Arab dan artinya:

Lirik Lagu “Ramadhan”

تُعَالَىٰ إِلَيْكَ الشَّوْقُ

tu’alaa ilayka asy-syawqu

(Kesendirian ini begitu rindu akan dirimu)

يَا حَبِيبَ، الَّتِي تُبَانُ فِي القَلْبِ بِشَفَّتَيْنْ

ya habība, allatī tubānu fī al-qalbi bi-syaffatain

(Wahai kekasih, yang terpancar di dalam hati dengan sepasang bibir)

وَاللَّحْظَةُ، التَّي لاَ تَعْرِفُ النَّهَارَ وَلاَ اللَّيْلَ

walladzhahtu, allatī lā ta’rifun-nahāra walal-laila

(Dan setiap momen, yang tidak mengenal siang dan malam)

فِي إَحَدَى بُرُوجِ الْغِرَامِ الْعُلَا

fii iḥadā burūji al-ghirāmi al-‘ulā

(Di salah satu menara cinta yang tertinggi)

عِنْدَهَا الزَّهْرُ مَجْنُونٌ بَيْضُ الدَّلِيلِ

‘indahā az-zahru majnūnun baydu ad-dalīl

(Yang di dekatnya, bunga-bunga itu menjadi gila, putih menjadi bukti)

تَحْتَهَا الرَّمْلُ ذَوُو ضَبَابٍ غَيْمُهًا

taḥtahā ar-ramlu dzawū ḍabābin ghaymuha

(Di bawahnya, pasir-pasir itu memiliki kabut, awan yang menyelimuti)

تُعَازِفُ عَلَىٰ أَوْتَارِ الْحَيَاةِ، سَتَبْقَىٰ الْأُمَلْ، حِينَ يَضِيقُ بِالنُّقَا

tu’āzifu ‘alā autāri al-ḥayāti, satabqā al-umal, ḥīna yaḍīqu binnuqā

(Dia memetik di senar kehidupan, harapan akan tetap ada saat itu menekan dengan keras)

سَتُلاَحِقُ عَصَافِيرُ الْوَفَاءِ، خِيْفَةَ الْغُدْرِ وَتَحْوَلُهَا لِنَّفْسِكَ فِي قَصَا

satulāḥiqu ‘aṣāfīru al-wafāi, khīfata al-ghudri wa taḥwāluhā lin-nafsika fī qaṣā

(Burung-burung kesetiaan akan mengejarmu, ketakutan akan pengkhianatan dan berubah menjadi kesedihan)

تَجْرِيْ مِنَ الْعِشْقِ نَهْرٌ عَذْبٌ كِبَارٌ

tajri minal-‘isyqi nahrun ‘adhbun kibārun

(Dia mengalir dari cinta, sungai jernih yang besar)

بَيْنَ غُصْنِ يُزَاوِرُ شَذَا قُلِّبِ الأَخْضَرِ

baina ghusnin yuzāwiru syadzā qullibi al-akhdhari

(Di antara ranting yang mengibas, bercampur dengan aroma hati yang hijau)

وَاللَّهُ، مَهْمَا عِشْتُ مِنَ الأَيَامِ، أَفْتَقِدُكَ يَا صَاحِبِي، وَحْدَكَ مُرَافِقِي

wa-llāhu, mahmā ‘ishtu mina al-ayāmi, aftaqiduka yā ṣāḥibī, waḥdaka murāfiqī

(Demi Allah, betapapun lama aku hidup, aku akan merindukanmu, sahabatku, hanya ada kamu yang menemaniku)

أَفْنَانُكَ، تَغْسِلُ حُزْنِي بِتِلَالِ الْوَصَا

afnānuka, taghsilu ḥuznī bi-tillāli al-waṣā

(Bau harummu, mencuci kesedihanku dengan lembutnya pewangi wasiat)

شَدَةُ الْعِزِّ أَلاَّ يَعُودُ اللَّيْلُ لِلنَّهَارِ

syadatu al-‘izzi allā ya’ūdu al-lailu lin-nahāri

(Kejayaan sebenarnya adalah saat malam berubah menjadi siang)

حَمْلِي رَايَتَكَ، يَا مَهْدِيَّ النَّفْسِ، عَنَوَانُ السَّعَادَةِ وَقَدْوَةُ الصِّدْقِ

hamlī rāyatika, yā mahdiyya an-nafsi, ‘anawānu as-sa’ādah wa qadwatuṣ-ṣiddiq

(Aku membawa panji-panjimu, wahai pengantara hati, simbol kebahagiaan dan teladan kebenaran)

تِلْتَهِمُ فِكْرَتُكَ الْعُشَّاقَ، كُلَّ مَنْ حَوْلَكَ وَيَعْطِيكَ الْمَغْفِرَةَ وَالرَّبَاطِ

tiltahimu fikratuka al-‘ushshaqa, kulla man ḥawalaka wa yu’ṭīka al-maghfirah wa ar-rambāṭ

(Membakar pikiran para pecinta, semua orang di sekitarmu memberimu ampunan dan perlindungan)

يَا شِهَابِ الدَّاجِي تُذَكِّرُنَا بِالْفَجْرِ قِيَامَ اللَّيْلِ يَغِيْبُ بِدَمْعِ يُدَمِّي بِهِ الْبَصَرِ

yā syihābi ad-dājī tudzakkirunā bil-fajri qiyāma allaili yaghību bidam’i yudammi bihi al-bashar

(Wahai komet yang bersinar, mengingatkanku pada fajar, bangkitnya malam yang hilang dengan air mata yang menyakiti mata)

حَيْثُ أَنَتَ سَفِيرَ الْحُبِّ لِكُلِّ مَنْ حَوْلَكَ

haitsu anta safīra al-hubbi li kulli man ḥawalaka

(Engkau adalah duta cinta bagi semua orang di sekitarmu)

تَلْمَسُ عِشْقَكَ سَمَاءَ الْقُلُوْبِ، وَتُبَلِّلُ عُشَّاقَ السِّيَرِ

talmasu ‘isyqaka samāa al-qulūbi, wa tuballilu ‘ushshaqa as-sīri

(Engkau menyentuh langit hati, dan membasahi pengembara cinta)

بِكَ يَا صَاحِبِ السِّعَادَةِ، تَرِدُ الروحُ إِلَى الْبَدَنِ الْمُحْتَضَنِ

bika yā ṣāḥibis-si’aadah, taridu ar-rūḥu ilal-badani al-muhtaḍan

(Denganmu, wahai pemilik kebahagiaan, jiwa kembali ke tubuh yang memeluk)

يَسْمَعُ الْقَلْبُ مِنْ بُعْدٍ رَنِينَ لَحِنِ الإيمَانِ، يَهْزُ أَرْجَاءَ الخَلْقِ كُلِّ نَصِيبِ الإعْلَانِ

yasma’u al-qalbu min bu’din ranīna laḥini al-iimāni, yahzu arjāa al-khalqi kulli nasiibi al-i’laani

(Hati mendengar dari kejauhan dentingan nada keimanan, menggetarkan seluruh alam semesta, setiap jatah pengumuman)

وَمَنْ يَقُوْلُ، أَنَّهُ لَيْسَ بِكَ يَامَحَبُوْبِ، بَلْ أُزَاوِرُهُمْ بِخَيْرِ الأَمَانِي يَسْتَنِيرُ بِهِ

wa manyaqūlu, annahu laysa bika yā mahbūbi, bal uzāwiruhum bikhairil amānii yastaniru bihi

(Dan barang siapa yang mengatakan, bahwa dia tak bersamamu, aku akan menjenguk mereka dengan kebaikan harapan yang menerangi dengannya)

تَأْخُذُهُمْ كَلِمَاتُ يَقِينِي بِمَوْعِدٍ أَنَّكَ تَعُودُ

ta’khudzuhum kalimātu yaqīnī bi-mau’din annaka ta’ūdu

(Aku memegang mereka dengan kata-kata keyakinan bahwa engkau akan kembali)

Itulah lirik lagu “Ramadhan” versi Arab beserta artinya. Lagu ini dinyanyikan oleh seorang artis ternama yang berasal dari Timur Tengah. Meskipun kita tidak mengeri nama artis tersebut, namun kepiawaiannya dalam menyanyikan lagu-lagu religi membuatnya dikenal di seluruh dunia.

Genre musik yang dianut oleh artis tersebut adalah musik religious atau musik Islami. Melalui lagu-lagu religi, ia mengajak pendengar untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan merasakan keindahan ibadah dalam bulan suci Ramadhan.

Sejarah artis ini dimulai sejak ia masih remaja. Dengan bakat dan suara indahnya, artis ini mulai meniti karir di dunia musik. Namun, dia memilih untuk menggabungkan musik dengan pesan-pesan Islami agar karya-karyanya dapat memberikan manfaat bagi pendengarnya.

Dalam perjalanannya, artis ini telah merilis beberapa album yang berisi lagu-lagu Ramadhan dan religi lainnya. Penampilannya yang enerjik dan penji